Kadis Sekaligus PPK Gugurkan Pemenang Pilihan Pokja ULP Pada Tender Proyek Jalan Belitung Timur Dengan Pagu Rp 4,5 Milyar

(Kepala Dinas PUPR Kabupaten Belitung Timur Idwan Fikri saat diwawancarai inspirasiberita.com, Senin (28/06/2021)/Dok. Inspirasiberita)

TANJUNGPANDAN, inspirasiberita.com – Lelang proyek pemeliharaan berkala jalan dalam Kota Manggar Kabupaten Belitung Timur dengan pagu dana Rp 4,5 Milyar diduga telah dikondisikan untuk salah satu perusahaan penyedia atau peserta lelang.

Dalam hal ini yang patut diduga, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) menggugurkan pemenang pertama PT Babelland dengan alasan yang tidak berdasarkan peraturan dan memenangkan PT Karya Mulia Nugraha yang ada diurutan ke dua.

Bacaan Lainnya

Kepala Dinas Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat (PUPR) Kabupaten Belitung Timur menambahkan persyaratan lelang dalam proses pemilihan penyedia barang dan jasa tanpa persetujuan dari pejabat madya yaitu Inspektorat Kabupaten Belitung Timur.

Kepala Dinas PUPR Kabupaten Belitung Timur Idwan Fikri ketika dikonfirmasi oleh awak media inspirasiberita.com mengatakan hal ini merupakan kebijakan dirinya selaku kepala Dinas dan juga PPK.

“Tidak ada dasarnya, ini merupakan kebijakan dari saya selaku kepala dinas. Ini juga untuk menyelamatkan kami agar kami bisa bekerja dengan tenang,” ujar Idwan Fikri ketika diwawancarai inspirasiberita.com diruang kerjanya, Senin (28/06/2021).

Proses lelang telah berjalan dengan semestinya, sesuai dengan prosedur dan peraturan yang ada. Dimana panitia Kelompok Pemilihan (Pokmil) dari Unit Layanan Pengadaan (ULP) pada LPSE Kabupaten Belitung Timur telah melakukan evaluasi kepada beberapa perusahaan penyedia yang mengikuti lelang tersebut.

Pokmil telah meluluskan pemenang evaluasi dua perusahaan penyedia yaitu PT Babelland dan PT Karya Mulia Nugraha. Dimana PT Babelland telah melakukan penawaran proyek tersebut dari nilai Rp 4,5 Milyar menjadi Rp 3,85 Milyar. Sedangkan PT Karya Mulia Nugraha melakukan penawaran dari nilai Rp 4,5 Milyar menjadi Rp 4,4 Milyar.

“Kita kan ada dua tahapan, tahapan pertama itu ada di ULP Pokmil. Mereka disitu masalah pelelangan, mereka sudah menunjuk pemenang. Tapi pemenang itu pada tahap evaluasi. Pada kita, itu ada tahapan kontrak. Di tahapan kontrak itu kita punya hak untuk menggugurkan apabila salah satu yang dimenangkan oleh ULP ada syarat di PPK yang tidak terpenuhi,” kata Idwan Fikri.

Menurut Idwan Fikri, secara adminitrasi tahapan lelang yang dilakukan ULP memang sudah terpenuhi. Namun, pada tahapan selanjutnya berada di PPK. Dirinya memiliki kewajiban untuk memeriksa sesuai aturan yang telah dibuatnya selaku PPK. Sesuai dengan aturan atas kebijakan sendiri.

“Secara adminitrasi, memang kawan-kawan di ULP secara adminitrasi sudah terpenuhi, tapi tahap pelelangan. Tapi pada tahap kontrak, ada persyaratan PPK menyatakan harus ada IUP. Ternyata, perusahaan yang dimenangkan secara adminitrasi di ULP tidak mengecek, itu memang ada pada kami dan mereka menangkan. Tetapi ada syarat itu yang kami masukan tidak ada (Upload-red), ya kami gugurkan, karena tidak mengupload itu (Dokumen IUP-red)” ungkapnya.

Padahal dalam dokumen lelang yang dibuat Pokmil, sesuai peraturan penyedia tidak berkewajiban mengupload syarat yang ditambahkan PPK dan hanya wajib menunjukan. Dikarenakan syarat tambahan tersebut, tidak memiliki izin dari pejabat madya yaitu dalam hal ini Inspektorat Kabupaten Belitung Timur.

“Padahal pada kami itu harus mengupload (Bukan menunjukan-red), dan itu tidak ada. Disitu kami harus menggugurkan, karena kami ikuti patokan kami. Aturan yang sudah kami buat,” pungkasnya.

Syarat Tambahan Tidak Dianggap, Lantaran Tidak Memiliki Persetujuan Inspektorat

Disamping Itu Kabag Pengadaan Barang Dan Jasa LPSE Kabupaten Belitung Timur Aifi Sidky ketika ditemui wartawan ini mengatakan bahwa Pokmil tidak menganggap itu persyaratan tambahan dikarenakan tidak memiliki persetujuan Inspektorat Kabupaten Belitung Timur.

“Secara umum kemarin, menurut kawan-kawan di Pokmil bahwa persyaratan itu adalah persyaratan tambahan. Persyaratan tambahan itu wewenangnya ada di PA (Pengguna anggaran-red) dan PPK. Namun di Pokja tidak diproses, karena kalau syarat tambahan harus ada persetujuan dari Inspektorat,” kata Aifi Sidky kepada inspirasiberita.com.

Menurutnya, jika itu merupakan persyaratan dari Pokmil, maka mengupload dokumen yang sudah dipersyaratkan itu wajib dilakukan oleh peserta lelang. Pokmil sendiri menerangkan, saat Aanwijzing panitia telah mengatakan bahwa hal itu tidak menggugurkan peserta lelang dikarenakan bukan syarat tambahan.

“Karena itu bukan merupakan persyaratan dari Pokmil, Pokmil merasa itu merupakan bagian dari PA atau PPK. Kalau dari Pokmil mensyaratkan hal itu menjadi wajib. Nah, kalau bukan dari dokumen pemilihan itu kewenangan dari PA tadi,” jelasnya.

“Dari segi Pokmil itu tidak menggugurkan, tidak mengupload misalkan. Karena Pokmil menganggap itu bukan syarat tambahan, dan itu tidak ada persetujuan dari Inspektorat,” sambung Aifi Sidky lagi.

Dalam proses lelang, Pokmil akan meloloskan pemenang evaluasi sesuai dengan peraturan yang mereka buat pada dokumen pemilihan sesuai dengan Permen PUPR.

“Intinya Pokmil itu hanya mencari pemenang berdasarkan dokumen yang mereka buat. Dokumen pemilihan tadi kalau ada harus diupload, kalau syarat tambahan kalau itu tidak ada persetujuan dari Inspektorat Pokmil tidak mewajibkan, tapi tidak tahu PA atau PPK nya namun itupun harus ada persetujuan Inspektorat,” ungkapnya.

Dia menegaskan kembali, bahwa persyaratan tambahan harus memiliki surat persetujuan dari kedua instansi yaitu dinas PUPR dan Inspektorat. Yang kemudian akan diupload pada sistem pemilihan pemyedia barang dan jasa.

“Kalau tidak ada persetujuan surat dari Inspektorat (Untuk syarat tambahan-red) itu tanggung jawab ada di PA atau PPK. Sebenarnya menambah dokumen surat dukungan IUP (Batu-red) syarat tambahan, harus dibuatkan surat menyatakan disetujui bahwa ini dari kepala dinas yang bersangkutan dan surat persetujuan dari Inspektorat nanti surat persetujuan tadi diupload di sistem,” pungkasnya. (Redaksi)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *