Belum Jelas Kelanjutan Terkait Kecelakaan Tambang Di IUP PT MCM, Kasat Reskrim Tunggu Arahan Kapolres Beltim

(Lokasi kecelakaan tambang timah di IUP milik PT MCM/IST.Inspirasiberita)

TANJUNGPANDAN, inspirasiberita.com – Penanganan perkara meninggalnya dua orang penambang yang tertimbun tanah pada lokasi tambang milik PT Menara Cipta Mulia (MCM) Desa Mayang Kecamatan Kelapa Kampit masih belum bisa dipastikan kelanjutannya.

Menurut keterangan Kapolsek Kelapa Kampit AKP Morhan mengatakan bahwa, perkara tersebut telah ditangani oleh Polres Belitung Timur karena kewenangan penangan perkara tidak bisa dilakukan oleh Polsek lagi.

Bacaan Lainnya

“Kewenangan sudah di Polres, karena Polsek tidak menangani perkara. Semua sudah di Polres Beltim, jadi saya tidak bisa memberikan keterangan terkait dengan kasus itu,” ujar Kapolsek Kelapa Kampit AKP Morhan kepada inspirasiberita.com, Senin (05/07/2021).

Menurutnya, awak media yang ingin mendapatkan konfirmasi pemberitaan bisa langsung ke Polres Belitung Timur. Sebab, semuanya telah dilakukan Satuan Reskrim yang ada disana.

“Silahkan tanyakan kepada Kasat Reskrim, saya bukan berkelit, karena ini sesuai dengan aturan Kapolri, bahwa penindakan perkara Polsek sudah tidak ada kewenangan,” katanya lagi.

Disamping itu, Kasat Reskrim Polres Beltim AKP Deddy Nuary saat dikonfirmasi oleh media terkait kelanjutan perkara tersebut masih belum bisa memastikan kelanjutannya. Sebab, dirinya masih menunggu arahan dari pimpinan.
Saat ini, penyidik Satreskrim Polres Belitung Timur telah melakukan pemeriksaan terhadap beberapa saksi untuk diambil keterangannya terkait hal itu.

“Jadi total yang sudah dimintai keterangan ada lima orang. Untuk proses lidiknya kami akan melapor dulu ke pimpinan. Nanti sesuai arahan pimpinan bagaimana langkah selanjutnya,” ujar Kasat Reskrim AKP Deddy Nuary.

Ia membeberkan, berdasarkan hasil keterangan mereka bahwa, kelimanya mengaku bukan sebagai karyawan PT MCM. Ditambah belum ada bukti surat yang menyatakan bahwa kelimanya karyawan perusahaan.

Sedangkan, lanjut AKP Deddy Nuary, aktivitas pertambangan di lokasi IUP PT MCM itu sudah berjalan kurang lebih selama lima bulan dengan sistem jack hammer manual menggunakan pahat.

Dirinya juga belum bisa memastikan legalitas dari aktivitas pertambangan di lokasi itu, sebab kelimanya terkesan kurang terbuka.

Ia juga memastikan tidak ada safety keselamatan kerja saat ketujuh orang penambang melakukan aktivitasi di lubang tambang itu, serta lubang yang dibuat juga tidak sesuai. Selain itu, dalam waktu dekat pihaknya juga akan memanggil pihak PT MCM untuk dimintai keterangan.

“Jadi masalah ini akan kami lidik dan cari tahu terlebih dahulu, kami akan lapor ke pimpinan. Termasuk juga siapa yang terlibat, entah si A, B dan yang lainnya akan kami cari tahu,” pungkas mantan Kapolsek Koba ini.

Sementara itu, humas pihak PT MCM Tommy Prasetyo sampai saat ini belum berhasil dikonfirmasi. Pesan yang dilayangkan melalui WhatsApp juga tidak dibalas. Saat dihubungi melalui telepon, terdengar nada dering namun tidak diangkat. (Red)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *