Sudah Tiga Orang Nakes Yang Meninggal Di Babel, Posisi Ke-3 Terendah Se Indonesia Gunakan Masker

(Gubernur Babel Erzaldi Rosman saat diwawancarai wartawan usai acara diskusi, Senin (05/07/2021)/IST.Jifzirifanov)

BANGKA BELITUNG, inspirasiberita.com – Selain di Kabupaten Belitung, ada dua Tenaga Kesehatan (Nakes) yang meninggal dunia sebagai pejuang melawan Virus Corona atau Covid-19 di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

Dua orang tersebut merupakan nakes di Puskesmas Kelapa, Bangka Barat. Jadi total tenaga kesehatan yang meninggal setelah berjuang melawan Covid-19 sudah tiga orang.

Bacaan Lainnya

Hal ini diungkapkan oleh Gubernur Bangka Belitung Erzaldi Rosman. Dengan kejadian ini, ia meminta masyarakat agar tetap waspada dan memperketat menerapkan protokol kesehatan (Prokes).

“Saya sangat mengapresiasi tenaga kesehatan ini yang telah bekerja siang malam melayani masyarakat,” ungkap Erzaldi Rosman kepada awak media, Rabu (14/7/2021) lalu.

Ia menyampaikan belasungkawa sedalam-dalamnya bagi tiga orang tenaga kesehatan itu.  Menurutnya, nakes tersebut merupakan pahlawan yang berjuang melawan Virus Corona atau Covid-19.

“Kami mendoakan agar almarhum dan almarhumah diterima di tempat terbaik di sisi Allah SWT dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan,” katanya.

Disamping itu, Andi Budi selaku juru bicara Satgas penanganan Covid-19 Provinsi Bangka Belitung menyampaikan bahwa masyarakat harus patuh dan memahami pelaksanaan protokol kesehatan (prokes) itu sangat penting dalam memutus penyebaran Covid-19.

Di Bangka Belitung, kesadaran masyarakat dalam menerapakam prokes hanya mencapai 67,7 persen saja untuk penggunaan masker.

Sedangkan untuk menghindari kerumunan dan menjaga jarak hanya 69,9 persen dari rerata nasional. Ini menempatkan Bangka Belitung pada urutan ke-4 paling rendah se Indonesia.

“Secara nasional angka kepatuhan menggunakan masker masyarakat Babel berada di urutan ke-3 terendah se-Indonesia, dengan tingkat kepatuhan terendah berada di Kota Pangkalpinang dengan 46,88 persen. Angka kepatuhan menjaga jarak dan menghindari kerumunan terendah juga berada di Kota Pangkalpinang dengan 50 persen,” ungkap Andi. (Red)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *