119 WBP Dan 7 Pegawai Lapas Tanjungpandan Terpapar Covid-19, Kalapas Masih Bungkam

TANJUNGPANDAN, inspirasiberita.com – Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) Lapas Kelas IIB Tanjungpandan Belitung dikabarkan tertular Virus Corona atau Covid-19 pada Senin (19/07/2021) lalu.

Angka WBP Lapas Kelas IIB Tanjungpandan yang terkonfirmasi positif tertular Covid-19 itu cukup mengagetkan, yaitu sebanyak 119 orang WBP. 
Tidak hanya WBP yang tertular Covid-19, tetapi 7 orang pegawai Lapas Kelas IIB juga terkonfirmasi positif terjangkit.

Bacaan Lainnya

Selain itu, informasi dikalangan masyarakat juga ada yang mengatakan, bahwa adanya WBP Lapas Kelas IIB Tanjungpandan yang koma akibat terpapar virus Covid-19 itu.

Hingga saat ini, belum diketahui awal mula WBP Lapas Kelas IIB Tanjungpandan terkonfirmasi positif Covid-19. Sebab, masyarakat masih dilarang untuk melakukan kunjungan ke Lapas Kelas IIB.

Meski begitu, hingga sampai saat ini, belum ada keterangan resmi yang dikeluarkan oleh Lapas Kelas IIB Tanjungpandan terkait hal ini.

Inspirasiberita.com masih berusaha mengkonfirmasi kepada Kalapas Kelas IIB Tanjungpandan terkait WBP dan pegawai yang terpapar kasus Covid-19. Namun, telpon dan pesan whatsapp yang dikirim pun tidak di gubris.

Hal ini menyebabkan banyak ke simpang siuran terkait informasi ini. Bahkan, Kalapas kelas IIB Tanjungpandan sepertinya masih ingin bungkam dan enggan mengeluarkan keterangannya.

Disamping itu, Joko Sarjono selaku Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kabupaten Belitung membenarkan kabar adanya WBP dan pegawai Lapas Kelas IIB yang terpapar Covid-19 itu.

“Ya benar ada, tapi untuk proses penularannya lewat mana, saya kurang tau,” kata Joko Sarjono saat dihubungi awak media, pada Rabu (21/7/2021).

Namun, Joko Sarjono menduga penularan Covid-19 ke warga binaan ini melalui para pengunjung dan keluarga yang membesuk ke Lapas Kelas IIB Tanjungpandan.

Sebab, dikatakan Joko Sarjono, para pegawai Lapas juga ikut terpapar Covid-19 dan saat ini ke 7 pegawainya sedang menjalani isolasi mandiri.

“Penafsiran saya, penularannya dari para pengunjung dan keluarga dari warga binaan yang membesuk. Sebab mereka kan ramai dan campur baur. Jadi intinya hal ini benar, beberapa waktu lalu sudah kami tracking,” ujar Joko Sarjono. (Red/Ozi)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *