LAKI Minta Kejari Beltim Transparan Dalam Penanganan Dugaan Korupsi Rehab Gedung Bedah Sentral

BELITUNG TIMUR, inspirasiberita.com – Tepat di Hari Bhakti Adhiyaksa ke 61 Kejari Belitung Timur mengumumkan penetapan tersangka dugaan kasus korupsi dalam kegiatan rehab gedung bedah sentral UPT RSUD Kabupaten Belitung Timur tahun 2018.

Dalam hal ini, ada dua orang yang telah dijadikan tersangka dalam kegiatan itu. Pertama ialah CP selaku Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) dan YT selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) rehab gedung tersebut.

Bacaan Lainnya

Kegiatan yang menggunakan anggaran APBD Kabupaten Belitung Timur itu menelan biaya Rp 5,3 milyar. Dan dari perhitungan awal penyidik diduga telah ditemukan kerugian negara sebesar Rp 500 juta.

Hal ini disebabkan oleh PT DCC tidak mampu untuk menyelesaikan pekerjaan tersebut hingga waktu kontrak yang telah ditentukan.

“Berdasarkan hitungan awal penyidik, ada indikasi kerugian negara atau daerah sebesar Rp 500 Juta dalam kasus ini,” kata Andi Sahputra Sitepu selaku Kasi Pidsus Kejari Beltim saat dihubungi awak media, pada Jum’at (23/07/2021) lalu.

Penyidik dalam hal ini, tidak hanya akan berhenti pada dua orang tersangka itu saja. Menurutnya, tidak menutup kemungkinan akan ada tersangka baru dalam kasus rehab gedung bedah sentral UPT RSUD Kabupaten Beltim ini.

“Semuanya tergantung dari fakta penyidikan nantinya,” ujarnya lagi.

Menanggapi hal ini, Laskar Anti Korupsi Indonesia (LAKI) Bakorwasda DPD Provinsi Bangka Belitung Suhendra angkat bicara. Menurutnya Kejari Belitung Timur harus betul-betul mengungkap kasus korupsi tersebut.

Apalagi, hal ini menyangkut uang negara yang digunakan untuk keperluan kesehatan. Pihaknya juga meminta kepada wartawan dan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) yang ada di Kabupaten Beltim untuk ikut mengawal kasus korupsi ini.

“Pertama kita mendukung Kejari Belitung Timur untuk mengungkap kasus dugaan korupsi tersebut. Kita juga meminta kepada wartawan dan LSM untuk bersama-sama mengawal setiap hal yang berbau korupsi seperti ini,” ujar Suhendra kepada inspirasiberita.com, Senin (09/08/2021).

Pihaknya dalam waktu dekat nanti akan mengunjungi Kejari Belitung Timur untuk mempertanyakan kelanjutan penyidikan kasus tersebut. Ia berharap, penyidikan dugaan korupsi di UPT RSUD Kabupaten Beltim tidak jalan ditempat dan mengungkap tersangka baru.

“Dalam waktu dekat kita akan kunjungi Kejari Beltim untuk mempertanyakan kasus ini. Jangan sampai nantinya kasus ini hanya jalan ditempat saja,” ungkapnya.

Tidak menutup kemungkinan, LAKI dalam hal ini akan menyurati Kejati Bangka Belitung dan Kejaksaan Agung RI jika kasus ini tidak diungkap dengan transparan.

“Kita lihat nanti, jika ada hal-hal yang ditutup-tutupi dalam penanganan kasus ini kita akan kirimkan surat ke Kejati dan Kejagung,” pungkasnya. (Red)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *