Kasat Reskrim Polres Pangkalpinang Bantah Ada Oknum Anggota Yang Di Duga Lakukan Pemerkosaan Terhadap Tahanan

PANGKALPINANG, inspirasiberita.com – Menanggapi pemberitaan yang sedang viral mengenai adaanya dugaan pencabulan terhadap seorang tahanan wanita di Mapolres Pangkalpinang, pada Rabu (11/08/2021) kemarin.

Kasat Reskrim Polres Pangkalpinang, AKP Adi Putra memberikan klarifikasi atas pemberitaan tersebut. Menurutnya, apa yang diberitakan tidak sesuai dengan hasil penyelidikannya.

Bacaan Lainnya

Ia menduga, adanya media online yang melebih-lebihkan pemberitaan dan hal tersebut telah membuat kegaduhan pada institusi Polri.

“Padahal judul berita dan isi berita tidak sesuai dengan fakta atau kenyataan dilapangan yg sudah kami lakukan penyelidikan. Sehingga patut diduga keras pemberitaan media online ini sudah dengan sengaja dilebih-lebihkan dan membuat gaduh dan sangat menyudutkan atau berdampak buruk terhadap institusi Polri khususnya polres pangkalpinang,” kata Adi kepada wartawan melalui pesan Whatsapp, Rabu (11/8/2021) malam.

Dalam hal itu pun, Adi membantah dengan tegas jika ada oknum anggota yang berbuat hal seperti itu. Apalagi sampai memperkosa seorang tahanan.

“Tidak benar ada oknum anggota Polres Pangkalpinang melakukan perkosa atau pemerkosaan terhadap tahanan wanita yang ada di sel Polres Pangkalpinang,” tegasnya.

Disampaikannya, pemberitaan disebuah media itu telah membuat suatu kegaduhan dan diduga adanya penggiringan sebuah opini kepada masyarakat. Hal ini dapat menjadi sebuah pemberitaan bohong.

“Perkosa artinya ada unsur kekerasan yang sudah terjadi dan ada korban yang akan atau yg telah diperkosa. Bila tidak ada kekerasan yg terjadi dan tidak ada korban yg merasa di perkosa namun di beritakan tertulis perkosa maka hal itu sudah menyebarkan berita bohong dan tentunya ada yang dirugikan karena akibat berita bohong ini atau setidaknya sudah membuat berita tanpa hak legalitasnya,” terangnya.

“Unsur pidana perkosaan dalam Pasal 285 KUHP* adalah adanya kekerasan atau ancaman kekerasan, dan memaksa perempuan yang bukan istrinya bersetubuh,” timpalnya.

Dia berharap, wartawan dapat menghormati kehidupan pribadi orang lain, kecuali untuk kepentingan publik, serta layani hak hawab dan hak koreksi secara proporsional.

“Hormati kehidupan pribadi, kecuali untuk kepentingan publik. Layani Hak Jawab dan Hak Koreksi secara proporsional. Maka dalam hal unit tipiter syber crime sat reskrim polres pangkalpinang akan melakukan penyelidikan terkait undang-undang ITE nya” pungkasnya.
Perihal ini berbanding terbalik dengan pernyataan Kasi Propam Polres Pangkalpinang Iptu Candra Harsono kepada wartawan.

Iptu Candra Harsono kepada awak media Selasa (10/08/2021) membenarkan adanya hal tersebut. Menurutnya pelaku yang melakukan perbuatan tercela tersebut kini tengah dilakukan pemeriksaan proses hukum.

“Saat ini proses hukumnya sedang berjalan. Terkait pelanggarannya yang bersangkutan kita kenakan dengan undang-undang kepolisian tentang kode etik,” ujar Kasi Propam Iptu Candra Harsono, Selasa (10/08/2021).

Diketahui undang-undang kepolisian memuat tiga hal yaitu pelanggaran disiplin, kode etik, dan pidana umum. Dan untuk pelaku ES akan dikenakan dengan pelanggaran kode etik.

Dikatakan Iptu Candra Harsono, pihaknya belum bisa untuk memastikan proses hukum tersebut kapan disidangkan.

“Saat ini yang bersangkutan belum kita sidangkan dan proses hukumnya belum dipastikan sampai kapan. Karena kami masih ada beberapa perkara yang diutamakan terlebih dahulu,” kata Iptu Candra Harsono.

Dia pun memastikan bahwa proses hukum terkait hal tersebut dipastikan berjalan. Dan keputusannya bergantung sidang yang dipimpin dewan karir.

“Yang pasti saat ini Bripka ES sedang dalam proses hukum terkait dugaan tindakannya itu. Untuk keputusannya nanti bergantung dewan karir,” ungkapnya. (Ed/Red)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *