Manager Lapor Kejadian Pencurian, Ternyata Modus Untuk Mengelabuhi Bos

TANJUNGPANDAN, inspirasiberita.com – Tim Alap-Alap Polres Belitung berhasil meringkus tiga pelaku tindak pidana pencurian di Gudang Minuman Jalan Aik Rayak Ujong II Desa Perawas Kecamatan Tanjungpandan Belitung, pada Selasa (24/08/2021) sekitar pukul 15.00 Wib.

Ketiga pelaku tersebut yakni Ian Antoni (26) karyawan swasta (Manager PT Cocacola Tanjungpandan) dan kedua karyawan yakni AR (15) yang masih anak dibawah umur dan satu lagi Frediansyah (21).

Bacaan Lainnya

Ian Antoni sempat melapor ke SPKT Polres Belitung, pada Selasa (18/08/2021) bahwa gudang perusahaan tempatnya bekerja mengalami pencurian. Padahal dalam hal ini pelakulah yang melakukan pencurian bersama dua karyawan lainnya.

Kasatreskrim Polres Belitung Iptu Edi Purwanto mengatakan, kejadian bermula pada Selasa (18/08/21) tim melakukan olah TKP dan hasil olah TKP tersebut ditemukan beberapa kejanggalan atas tindak pidana pencurian.

“Dengan ditemukan kejanggalan, tim mendalami dan adanya informasi bahwa pelaku diduga orang dalam atau pegawai gudang minuman tersebut. Setelah itu, tim melakukan pengembangan dan terbukti salah satu manager perusahaan mendalangi pencurian brankas ini,” ujar Iptu Edi Purwanto kepada inspirasiberita.com, Selasa (24/08/2021).

Dikatakannya, kronologis kejadian berawal dari kedua pelaku yakni AR dan Fredi masuk melalui pintu belakang gudang, dan membobol pintu bagian kantor tempat penyimpanan brankas menggunakan obeng serta tang yang sudah ada di dalam gudang tersebut.

Kemudian, saat masuk pelaku mengambil dan mencabut kabel resever cctv agar perbuatannya tidak diketahui orang lain. Setelah itu, kedua pelaku mengambil brankas berisikan uang tunai dan pergi meninggalkan gudang.

Selanjutnya, kronologis penangkapan saat Tim Alap-Alap Polres Belitung melakukan interogasi kepada pelaku Ian Antoni, dirinya mengakui bahwa telah menyuruh pelaku AR dan Fredi untuk mengambil uang beserta brankas di tempat kejadian.

Setelah itu, ketiga pelaku membuka brankas menggunakan obeng dan tang, dan langsung mengambil uang sebanyak Rp 45 Juta. Kemudian, membuang brankas yang berisi surat berharga yaitu BPKB motor serta surat tanah ke dalam kolong di Jalan Air Kelubi Kecamatan Tanjungpandan.

“Korban mengalami kerugian sebesar Rp 43 Juta dan pelaku Ian Antoni mengambil uang sekitar Rp 35 Juta dan mentransfer kepada bos perusahaan sebanyak Rp 35 Juta, dengan maksud seolah-olah hasil dari penjualan barang minuman tersebut,” katanya.

Ia menjelaskan, modus pelaku melakukan tindakan tersebut agar bisa menutupi uang perusahaan yang sempat dirinya pakai secara pribadi.

“Saat ini ketiga pelaku telah diamankan di Mapolres Belitung dan ketiganya dikenakan pasal 363, dengan ancaman maksimal 7 tahun kurungan penjara,” pungkasnya. (Ozi)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *