Belajar Tatap Muka Kini Berlangsung Di Belitung, Namun Tetap Menerapkan Prokes

TANJUNGPANDAN, inspirasiberita.com – Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) tatap muka disekolah Paud hingga SMP kembali dibuka dengan dikeluarkannya surat edaran oleh Pemerintah Kabupaten Belitung melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, pada Kamis (26/08/2021) lalu.

Kegiatan KBM tersebut dibuka, karena telah keluarnya izin oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Belitung bagi murid untuk belajar tatap muka.

Bacaan Lainnya

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Belitung Junaidi mengatakan, KBM tatap muka di Belitung telah mulai pada hari Kamis (26/08/2021) kemarin.

Dirinya berharap, agar kondisi kasus Covid-19 di Kabupaten Belitung kembali normal atau menurun, sehingga KBM tatap muka sekolah akan berjalan normal seperti semulanya.

“Jadi, untuk sistem belajar sama seperti dulu, tetap melaksanakan secara terbatas dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat, dan untuk Paud, SD, SMP maksimal murid yang masuk hanya 50 persen,” ujar Junaidi kepada inspirasiberita.com, Jum’at (27/08/2021) kemarin.

Junaidi menilai, KBM tatap muka ini lebih efektif dibandingkan dengan murid belajar secara daring, karena bisa pihak sekolah menanamkan nilai karakter terhadap anak.

Selanjutnya, pada peraturan teknis tatap muka, pihaknya menyerahkan kepada sekolah bagaimana baiknya yang terpenting
menerapkan protokol kesehatan.

“Untuk jam pelajaran juga tetap berkurang, namun kalaupun ada jam pelajaran lebih sedikit, silahkan peraturan dari tiap sekolah masing-masing yang tentu menerapkan protokol kesehatan dan jaga jarak belajar pada siswa,” katanya.

Ia menambahkan, untuk orang tua murid yang memiliki kekhwatiran terlampau tinggi atau paranoid. Diberikan keringanan anaknya boleh tidak sekolah, tetapi harus
meminta tugas agar anak nya tidak tertinggal pelajaran.

“Jadi ada kesempatan kepada orang tua murid yang mempunyai ketakutan atau paranoid kepada Covid-19, walau sebenarnya kalau dijalankan dengan menerapkan protokol kesehatan, seperti yang telah kita launching berdasarkan peraturan Perbup No 23 Tahun 2020 peluang terpapar Covid-19 kemungkinan kecil,” pungkasnya. (Ozi)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *