Bupati Probolinggo Dan Suaminya Resmi Tersangka Dan Langsung Di Tahan KPK

JAKARTA, inspirasiberita.com – KPK resmi menahan 5 orang dari 22 orang yang telah dijadikan tersangka dalam kasus suap yang di OTT di Kabupaten Probolinggo, Selasa (32/08/2021).

Dari 5 orang tersebut 2 diantaranya ialah Bupati Probolinggo Puput Tantriana Sari dan suaminya Hasan Aminuddin yang merupakan anggota DPR RI.

Bacaan Lainnya

“Para tersangka saat ini dilakukan penahanan rutan selama 20 hari pertama terhitung sejak tanggal 31 Agustus 2021 sampai dengan 19 September 2021,” ujar Wakil Ketua KPK Alexander Marwata dalam konferensi pers di kantornya, Selasa (31/08/2021).

Berikut kelima orang yang dilakukan penahanan oleh KPK : 

  1. Hasan Aminuddin ditahan di Rutan KPK pada Kavling C1.
  2. Puput Tantriana Sari di Rutan KPK pada Gedung Merah Putih.
  3. Doddy Kurniawan selaku Camat Krejengan di Rutan Polres Jakarta Pusat.
  4. Muhamad Ridwan selaku Camat Paiton di Rutan Polres Jakarta Selatan.
  5. Sumarto selaku Pejabat Kades Karangren di Rutan KPK pada Pomdam Jaya Guntur.

Sementara itu, untuk 17 tersangka lainnya belum dilakukan penahanan oleh KPK. Alexander Marwata berharap kepada mereka agar kooperaktif dalam menjalani proses hukum yang akan dilakukan oleh KPK.

“KPK menghimbau kepada para tersangka lain untuk bersikap kooperaktif mengikuti proses hukum yang saat ini sedang dilakukan oleh KPK,” katanya.

Selain diduga menerima suap dari 18 ASN, Puput dan Hasan juga Doddy dan Ridwan diduga menerima pemberian upeti hasil sewa tanah desa. Dari kesepakatan suap untuk posisi jabatan sebesar Rp 20 juta dan upeti hasil sewa tanah Rp 5 juta per hektar.

Para ASN ini nantinya akan ditunjuk oleh Bupati Probolinggo untuk menempati Pjs Ditiap-tiap Desa hingga pilkades dilaksanakan tahun 2022. Dalam hal ini, posisi jabatan kepala Desa yang akan selesai di 9 September 2021 nanti sebanyak 252 Kepala Desa dari 24 Kecamatan.

“Total terkumpul uang Rp 362,5 juta dari para ASN tersebut. Dan sudah kita amankan untuk dijadikan barang bukti,” ungkapnya.

Atas perbuatannya, Puput, Hasan, Doddy, dan Ridwan dijerat Pasal 12 huruf a atau Pasal 12 huruf b atau Pasal 11 UU Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 jo Pasal 65 ayat (1) KUHP.

Sementara 18 ASN selaku pemberi suap dijerat Pasal 5 ayat (1) huruf a atau Pasal 5 ayat (1) huruf b atau Pasal 13 UU Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP. (Red)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *