Warga Lesung Batang Diamankan Polisi Lantaran Gelapkan Uang Jual Beli Tanah

TANJUNGPANDAN, inspirasiberita.com – IZ (45) warga Jalan Hasyim Idris Kelurahan Lesung Batang Kecamatan Tanjungpandan Belitung ditetapkan menjadi tersangka penipuan dan penggelapan uang jual beli tanah oleh Satreskrim Polres Belitung, pada Senin (20/09/2021) lalu.

Hal ini disampaikan oleh Kasubsi Penmas Si Humas Polres Belitung Ipda Belly Pinem saat menggelar konferensi pers pada Kamis (24/09/2021) kemarin.

Bacaan Lainnya

Ia menjelaskan kronologis itu terungkap saat korban Joni (46) melaporkan kasus tersebut pada Kamis (07/01/2021) lalu di Mapolres Belitung. Kemudian polisi melakukan penyelidikan atas hal tersebut.

Selanjutnya, korban menceritakan kronologi kejadian bermula pada Jum’at (05/06/2020), pelapor diperintahkan oleh korban atas nama Asyuin Juanger untuk menerima berkas pembelian surat tanah dari pelaku.

“Jadi, pelapor telah menghubungi pelaku agar bertemu di rumah makan milik pelaku yang berada di kecamatan Tanjungpandan, untuk menanyakan masalah surat menyurat pembelian tanah,” ujar Ipda Belly Pinem kepada inspirasiberita.com, Kamis (23/09/2021).

Setelah itu, saat pelaku diminta untuk menyerahkan surat tanah yang telah dibeli, ternyata tiga surat tanah tidak ada. Padahal uang pembayaran tersebut telah lunas dibayarkan kepada pelaku.

“Saat ditanya pelapor kepada pelaku hasil penjualan tanah tersebut dibatalkan pemilik tanah, dan uang pembayaran tanah tersebut telah dikembalikan penjual kepada tersangka sebesar Rp 290 Juta,” katanya.

Saat pelaku diperiksa oleh pihak kepolisian, dirinya mengaku uang hasil pembelian tanah dihabiskan pelaku untuk keperluan pribadi.

“Jadi, pihak kepolisian telah memberikan surat pemanggilan terhadap pelaku IZ untuk memberikan keterangannya di Polres Belitung, dan dirinya mengakui uang tersebut telah dihabiskan untuk keperluan pribadi,” ungkap Ipda Belly Pinem.

Saat ini, pelaku telah ditetapkan menjadi tersangka atas kasus penggelapan uang hasil penjualan tanah dan telah ditahan di Mapolres Belitung.

“Pelaku kita sangkakan pasal 372 KUHPidana dengan ancaman kurungan penjara 4 tahun,” pungkasnya. (Ozi)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *