Kawasan Hutan Lindung Rusak Berat, Pelaku Hanya Dijerat Dengan Undang-undang Minerba

TANJUNGPANDAN, inspirasiberita.comMasih ingat perkara tambang yang ditangkap oleh tim Subdit V Dit Tipidter Bareskrim Mabes Polri yang terletak di Dusun Aik Buntar Kecamatan Membalong Kabupaten Belitung?

Kini perkara tersebut telah dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri Belitung. Dalam hal ini Kejaksaan Negeri Belitung menerima berkas perkara tahap 2 atau P-21 penertiban tambang inkonvesional (TI) ilegal yang beroperasi dikawasan Hutan Lindung (HL) Air Buntar Kecamatan Membalong, Belitung, pada Jum’at (10/8/2021).

Bacaan Lainnya

Kalau dihitung, lanjutan perkara ini cukup lama. Hingga memakan waktu 6 bulan untuk mencapai tahap 2. Lebih tepatnya penertiban ini dimulai pada Jum’at (23/04/2021) hingga Jum’at (08/10/2021) lalu.

Selain itu, Tim Subdit V Tipidter Bareskrim Mabes Polri memasukkan empat unit alat berat eksavator merek Hitachi dan nomor mesin Tambang Inkonvensional sebagai barang buktinya.

Dan juga pihak Kepolisian telah menetapkan 2 tersangka yakni Ce Hiung Alias ​​​​Abu Sopyan alias Amek yang merupakan bos tambang, dan Muhammad Soni sebagai operator alat berat.

Saat penertiban TI pada tanggal 24 April 2021, Dit Tipidter Bareskrim Mabes Polri menyerahkan perkara tersebut kepada Polda Bangka Belitung untuk dilakukan penyelidikan dan penyidikan.

Selanjutnya, penyidik ​​Polda Bangka Belitung didampingi pihak Kejaksaan Tinggi (Kejati) Babel menyerahkan kedua tersangka beserta barang bukti kepada Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Belitung.

Sementara itu, Kasi Intelijen Kejari Belitung MT Roby Anggoro membenarkan bahwa Kejari Belitung telah menerima berkas P-21 tahap 2 pada Jum’at (08/10/2021) lalu dari Polda Babel didampingi pihak Kejati Babel.

Ia menambahkan, saat ini kedua tersangka yakni Ce Hiung Alias ​​Abu Sopyan alias Amek dan Muhammad Soni telah resmi menjadi tahanan Kejari Belitung selama dua puluh hari ke depan.

MT Roby Anggoro juga menjelaskan, dalam perkara ini kedua tersangka dikenakan pelanggaran Pasal 158 UU RI Nomor 03 Tahun 2020 Tentang Perubahan Atas UU RI Nomor 4 Tahun 2009 Tentang Mineral dan Batubara.

Jadi, untuk review sebelumnya saat ini kedua tersangka telah resmi jadi tahanan, dan sementara ini kedua tersangka kita titipkan ke sel tahanan Mapolres Belitung. Untuk lebih lanjut nanti lihat dipersidangan,” pungkasnya.

Undang-undang Republik Indonesia Nomor 18 tahun 2013 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Perusakan Hutan

Areal yang dilakukan penambangan di Dusun Aik Buntar Kecamatan Membalong Kabupaten Belitung tersebut diduga kuat merupakan kawasan Hutan Lindung (HL).

Hal ini menjadi perhatian masyarakat. Pengrusakan kewasan seharusnya diberikan sanksi yang cukup berat agar memberikan efek jera bagi pelakunya. Namun dalam perkara ini pasal yang dikenakan oleh pihak kepolisian yang didampingi oleh Kejati Babel hanya mengenai penambangan tanpa izin.

Padahal Amek (pelaku) telah melakukan penambangan di kawasan Hutan Lindung Aik Buntar. Dan dalam hal ini kawasan HL tersebut mengalami kerusakan yang sangat serius.

Redaksi inspirasiberita.com sempat mendatangi UPT Dinas Kehutanan Provinsi Bangka Belitung namun pihak pejabat yang berwenang belum bisa dikonfirmasi terkait pengrusakan kawasan Hutan Lindung di Dusun Air Buntar Kecamatan Membalong Kabupaten Belitung.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *