Gunakan Bujuk Rayu Investasi, Seorang Wanita Berhasil Menipu Korbannya Hingga Puluhan Juta

TANJUNGPANDAN, inspirasiberita.com – Unit Idik I Tipidum Satreskrim Polres Belitung berhasil mengamankan satu orang perempuan yang diduga melakukan tindak pidana penipuan berkedok usaha ekspor buah pinang, Sabtu (19/11/2021).

Perempuan tersebut ialah yakni Meliza (32). Ia diamankan lantaran adanya laporan dari korban atas nama Ari Yudiarta (32).

Bacaan Lainnya

Kasubsi Penmas Si Humas Polres Belitung Ipda Belly Pinem mengatakan, kronologis kejadian pada Kamis (03/11/2021) sekira pukul 10.00 Wib bertempat di Desa Air Ketekok Kecamatan Tanjungpandan.

“Jadi, saat kejadian tersangka melakukan penipuan dengan cara membujuk rayu korban untuk mengikuti usaha ekspor buah pinang ke negara Malaysia,” ujar Ipda Belly Pinem kepada inspirasiberita.com, Senin (22/11/2021).

Sebelumnya, tersangka mengatakan kepada korban bahwa usaha tersebut milik Yuri Kemal anak dari Yusril Ihza Mahendra, dan ada juga anggota dewan yang ikut bergabung dalam investasi buah pinang.

Selain itu, tersangka juga mengatakan kepada korban jika sudah ikut usaha ekspor pinang wajib mengikuti jasa pengiriman tabung gas elpiji 3 kg dari Pulau Bangka ke Pulau Belitung.

“Jadi, korban disuruh tersangka untuk mentransfer sejumlah uang secara bertahap untuk biaya operasional dari dua usaha tersebut sebesar Rp 74 Juta,” katanya.

Saat itulah korban merasa curiga dikarenakan usaha tersebut tidak ada kejelasan dan pelapor meminta uang untuk dikembalikan. Namun, sampai saat ini uang tersebut belum dikembalikan.

Ia menjelaskan, kronologis penangkapan pada Jum’at (19/11/2021) sekira 12.00 Wib, tersangka berhasil diamankan dikediamannya di Desa Kurnia Jaya Kecamatan Jaya Kabupaten Belitung Timur.

Ipda Belly Pinem menyebutkan, tersangka saat ini telah di tahan di Mapolres Belitung dan dikenakan pasal 372 dan 378 KUHPidana dengan ancaman kurungan penjara selama 4 tahun. (Ozi)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *