Pemberlakuan PPKM Level 3 Resmi Diterapkan, Namun Sedikit Longgar

TANJUNGPANDAN, inspirasiberita.com – Pemerintah Kabupaten Belitung resmi menerapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 3 mulai dari tanggal 15 Februari hingga 28 Februari 2022 mendatang.

Penerapan pelaksanaan PPKM ini, berdasarkan instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 11 tahun 2022 tentang Pemberlakuan PPKM level 3, level 2, dan level 1

Bacaan Lainnya

Selain itu, serta mengoptimalkan posko penanganan Covid-19 di tingkat Desa dan Kelurahan di wilayah Sumatera, Nusa Tenggara, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, dan Papua.

Sekretaris Daerah Kabupaten Belitung Hendra Cahya mengatakan, bahwa Bupati Belitung juga telah mengeluarkan Surat Edaran Nomor: 443.1/133/II/2022 Tentang PPKM Level 3 Covid-19 di Kabupaten Belitung.

“Jadi, mulai hari ini Kabupaten Belitung resmi level 3 dan dalam surat edaran itu juga telah diatur tentang ketentuan pembatasan kegiatan masyarakat,” ujar Hendra Cahya kepada inspirasiberita.com, Selasa (15/02/2022).

Ia menjelaskan, bahwa aturan PPKM level 3 mengalami beberapa kelonggaran dan tidak sama dengan aturan PPKM sebelumnya, seperti di satuan pendidikan.

“Saat ini untuk pelaksanaan pembelajaran di satuan pendidikan dapat berlangsung secara tatap muka terbatas atau pembelajaran jarak jauh,” katanya.

Selanjutnya, pihaknya juga kembali membatasi mengenai jam operasional kegiatan usaha dan aktifitas masyarakat lainnya guna menekan kasus Covid-19.

“Kegiatan seperti pusat perbelanjaan, pusat perdagangan, karoke, mall, warnet, tempat kebugaran tubuh, futsal, dan tempat billiar dibatasi hingga pukul 21.00 Wib,” ungkap Hendra Cahya.

Ditambah, kapasitas pengunjung harus dibatasi 50 persen dengan menerapkan protokol kesehatan (prokes) yang ketat.

Ia menambahkan, penerapan PPKM level 3 di Kabupaten Belitung juga mengantisipasi penyebaran Covid-19 varian Omicron yang saat ini sedang meningkat.

“Saya minta kepada masyarakat agar tidak panik dan harus waspada pada saat melakukan aktifitas, dengan selalu mematuhi protokol kesehatan,” pungkasnya. (Ozi)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *