Meja Goyang Lakukan Pembelian Bijih Pasir Timah Ilegal

TANJUNGPANDAN, inspirasiberita.com – Maraknya penambangan bijih pasir timah ilegal di Kabupaten Belitung tidak bisa hanya menyalahkan para penambang saja. Sebab, peristiwa kegiatan ilegal ini juga didukung dari beberapa pengusaha yang bergerak pada bidang pertimahan di Provinsi Bangka Belitung.

Sepertihalnya, penyedia jasa pembersih pasir timah serta pembelian timah ilegal di Provinsi Babel khususnya di Kabupaten Belitung didukung oleh beberapa pemilik perusahaan smelter pengolahan pasir timah.

Bacaan Lainnya

Asal usul bijih timah yang diperoleh melalui meja goyang (alat pembersih pasir timah) ini tidak pernah dipertanyakan atau bahkan dipermasalahkan darimana penambangannya.

Seperti salah satu contoh, di Jalan Sijuk Desa Air Merbau terdapat beberapa meja goyang yang melakukan pembelian bijih pasir timah salah satunya meja Goyang Ak.

Saat awak media ini melakukan investigasi kepada para penjual bijih pasir timah. Menurut salah satu pria, pasir timah yang dijual olehnya memang bukan berasal dari Wilayah Izin Usaha Pertambangan (WIUP). Namun mereka melakukan penambangan dengan cara bebas tanpa adanya perizinan.

“Kalau saya nambangnya di daerah Bicong/Perawas. Dan memang bukan dalam IUP Timah. Kalau jual memang kesini, karena memang sudah langganan cukup lama,” ujar pria yang menyebut namanya Apuk, Selasa (27/09/22) kepada awak media ini.

Setiap hari, Apuk biasanya mendapatkan 3-5 Kg bijih pasir timah. Kemudian dia melakukan pemanggangan agar kering, yang kemudian dibawahnya ke meja goyang Ak ini.

“Kalau hari ini dapat 5 kg itu satu hari, kadang tidak menentu juga,” ucap Apuk lagi.

Ia pun mengatakan, bahwa lokasi yang saat ini dilakukan penambangan olehnya itu terletak diwilayah terlarang untuk dilakukan penambangan seperti halnya hutan konservasi.

“Di Bicong memang tidak ada kapling, melainkan banyak hutan konservasi. Kalau saya tidak tahu masuk tidaknya karena memang saya dekat kolong-kolong lama disitu,” jelasnya.

Disamping itu, pekerja meja goyang yang enggan menyebutkan namanya itu, saat dikonfirmasi sempat menyampaikan dari mana asal usul bijih pasir timah yang dibelinya itu.

“Dari banyak tempat, ada yang dari Sijuk, Aik Seruk, Juru Seberang ada juga. Umumlah dari mana-mana,” ucapnya.

Meja goyang tempatnya bekerja ini bisa menghasilkan pembelian timah 100-200 kg dalam satu malam. Dan dimana barang biasanya langsung diambil oleh pemilik meja tersebut.

“Sehari biasanya dapatlah 200 lebih, kadang juga lebih. Dak tentu, kalo hari ini ramai karena orang keluarin timah yang di stok. Sebabkan harga mau turun besok,” ungkapnya.(Tim)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *