Yun Coi alias Acoi, Pernah Divonis Bersalah Oleh PN Tanjungpandan Lantaran Membeli Timah Secara Ilegal

BELITUNG, inspirasiberita.com – Pengusaha meja goyang bijih timah yang berada di Jalan Jendral Sudirman Simpang Membalong, Desa Aik Rayak, Tanjungpandan diduga kembali melakukan pembelian bijih timah secara ilegal.

Padahal, sebelumnya pengusaha meja goyang ini pernah ditangkap oleh jajaran Unit Tipidter Satreskrim Polres Belitung pada 23 Januari 2021 lalu. Lantaran meja goyang milik Acoi yang berada di Kecamatan Badau membeli timah dari penambang ilegal.

Bacaan Lainnya

Polisi menangkap aktivitas meja goyang biji timah miliik Acoi karena tidak memiliki izin menampung, melakukan pengolahan atau pemurnian, penjualan pasir timah yang tidak berasal dari pemegang IUP, IUPK IPR, SIPB atau Izin lainnya.

Diketahui, saat itu Polres Belitung menetapkan pengelola meja goyang bernama Yun Coi alias David Coi atau Acoi ini sebagai tersangka dan menjalani proses persidangan.

Dari penelusuran inspirasiberita.com dalam Sistem Informasi Penelusuran Perkara (SIPP) PN Tanjungpandan, Majelis Hakim saat itu menjatuhkan vonis kepada Acoi selama 3 bulan kurungan penjara dan denda Rp 2 juta subsidair 1 bulan kurungan penjara.

Vonis ini lebih ringan dari tuntutan JPU Kejari Belitung yang menuntut Acoi selama 5 bulan kurungan penjara dan denda Rp 5 juta subsidair 3 bulan kurungan penjara.

Majelis hakim menyatakan, Acoi terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana menampung, melakukan pengolahan atau pemurnian, penjualan pasir timah yang tidak berasal dari pemegang IUP, IUPK IPR, SIPB atau Izin.

Sebagaimana dakwaan tunggal Jaksa Penuntut Umum yakni Pasal 35 Huruf C dan G Pasal 104 atau Pasal 105 Tentang Minerba. Sedangkan sidang pembacaan putusan terhadap Acoi dibacakan pada tanggal 2 November 2021 lalu.

Selanjutnya, saat dikonfirmasi pengelola meja goyang timah Acoi ini enggan berkomentar terkait kembali dibuka dan beroperasinya meja goyang yang ia kelola.

“Mohon maaf ya bang, aku dak dapat berik komentar, masalah lalu kan sudah selesai. Tolong pinta kerja samanya bang, ini perintah atasan (bos),” kata Acoi kepada inspirasiberita.com Kamis (6/10/2022) kemarin.

Ia juga enggan menyebutkan nama atasan yang memerintahnya untuk membuka kembali aktivitas meja goyang biji timah. Namun informasi yang diterima, kolektor penampung biji timah dari usaha meja goyang timah ini berinisial AS atau H yang terletak di Jalan Kerjan Desa Air Merbau.

Ia juga menyarankan, kepada awak media untuk mencari tahu kenapa meja goyang timah ini kembali buka dan beroperasi. Entah atas perintah atasan (bos) atau inisiatif sendiri.

“Abang boleh cari tahu lah sendiri kenapa buka lagi, saya enggak bisa berkomentar ya bang,” ujar Acoi.

Meskipun demikian, Acoi tak menapik kondisi meja goyang biji timah yang ia kelola sama halnya dengan meja goyang biji timah yang ada di Belitung pada umumnya.

“Untuk perizinan, harga jual, berapa banyak timah itu sama dengan meja goyang lainnya. Selebihnya saya tidak bisa berkomentar ya bang, mohon maaf dan pinta kerjasamanya ya bang,” ucap Acoi.

Acoi pun sempat hendak mengeluarkan amplop yang berisi uang untuk disampaikan kepada wartawan yang diwawancarainya.

“Ini bos tadi ada titip buat kalian, saya tidak bisa berkomentar karena dilarang bos,” ungkapnya. (Tim)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *