Keluarga Pasien Keluhkan Pelayanan RSUD H Marsidi Judono, Begini Kronologisnya

Belitung, Inspirasiberita | Daerah – RSUD H Marsidi Judono menyampaikan permohonan maaf terhadap keluarga pasien yang baru-baru ini mendapatkan pelayanan kurang baik dari perawat rumah sakit.

Permohonan maaf tersebut disampaikan oleh pihak RSUD H Marsidi Judono melalui press release yang di terima Inspirasiberita, pada 9 Januari 2023.

Bacaan Lainnya

Menurut Direktur RSUD H Marsidi Judono dr Hendra, pihak manegemen rumah sakit akan menindaklanjuti perihal ini dan akan melakukan pembinanan terhadap perawat tersebut dan seluruh pegawai RSUD H Marsidi Judono.

“Pihak Manajemen rumah sakit juga telah meminta maaf atas terjadinya miss komunikasi yang terjadi dan keluarnya pembicaraan yang kurang berkenan. Manajemen RSUD akan melalukan pembinaan terhadap perawat yang bertugas dan seluruh perawat di RSUD H Marsidi Judono tentang cara berkomunikasi yang efektif kepada pasien dan keluarga pasien, agar tidak terulang lagi dikemudian hari,” ujarnya dalam release tersebut.

Selain itu, melalui press release tersebut dr Hendra memaparkan kronologis kejadian dan Standar Operasional Prosedur (SOP) yang mengatur pelayanan di RSUD H Marsidi Judono yang sesuai dengan peraturan perundang-undangan, Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes) no 24 tahun 2022 tentang rekam medis.

“Pembukaan isi rekam medis dapat dilakukan : a) atas persetujuan Pasien; dan/atau b) tidak atas persetujuan Pasien. Permintaan pembukaan isi Rekam Medis sebagaimana dimaksud pada ayat (1) harus dilakukan secara tertulis atau secara elektronik. Pembukaan isi rekam medis sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilakukan terbatas sesuai dengan kebutuhan,” tulis dr Hendra.

Berikut isi lengkapnya press release

Bismillahirohmanirrohim, Assalammulaikum wrwb…

Izinkan kami menjelaskan kronologis dan aturan perundangan pendukung perihal keluhan keluarga pasen yang sudah release dibeberapa media online yang memuat tentang “Keluhan anak pasen terkait pelayanan oknum perawat RSUD dr H Marsidi Judono Kabupaten Belitung.

Pasien tersebut adalah Ny. Vs seorang wanita berusia 51 (lima puluh satu) tahun dirawat di RSUD dr H Marsidi Judono di ruangan perawatan Rukam sejak tanggal 3 Februari 2023. Pada hari Selasa tanggal 07 Februari 2023 pukul 21.15 WIB, salah seorang keluarga pasien menanyakan hasil pemeriksaan laboratorium orang tuanya kepada perawat jaga ruangan yang bertugas.

Perawat jaga menyatakan bahwa hasil pemeriksaan laboratorium sudah keluar dan pasien mendapatkan tambahan obat, namun untuk informasi lebih lanjut keluarga dapat bertanya langsung kepada dokter penanggung jawab pelayanan (DPJP) saat dokter visite besok harinya.

Salah seorang keluarga pasien selaku anak dari pasien meminta izin mengakses rekam medis pasien untuk melihat hasil pemeriksaan laboratorium, kemudian perawat menunjukan hasil pemeriksaan laboratorium kepada yang bersangkutan.

Saat keluarga pasien membuka lembar berikutnya  didalam dokumen rekam medis setelah lembar hasil laboratorium, perawat tidak memperbolehkan namun yang bersangkutan melanjutkan akses terhadap rekam medis pasien lebih lanjut.

Perawat menyatakan sesuai dengan prosedur rumah sakit bahwa orang lain tidak diperkenankan mengakses isi rekam medis tanpa izin. Ketidaknyamanan atas pelayanan yang dikeluhkan keluarga pasien terjadi karena perawat yang sedang bertugas berupaya menjalankan peraturan tentang pelepasan informasi mengenai rekam medis.

Rumah sakit telah menerima keluhan yang disampaikan keluarga pasien secara lisan dan tertulis melalui unit layanan pengaduan (ULP) rumah sakit, dan pihak manajemen rumah sakit juga telah meminta maaf atas terjadi miss komunikasi yang terjadi dan keluarnya pembicaraan yang kurang berkenan.

 Manajemen rumah sakit akan segera melakukan pembinaan kepada perawat yang bertugas dan seluruh perawat di RSUD dr H Marsidi Judono tentang tata cara komunikasi efektif kepada pasien dan keluarga sehingga tidak terjadi kejadian serupa dikemudian hari.

Pada kesempatan ini kami ingin sampaikan bahwa rekam medis adalah dokumen yang berisikan data identitas pasien, pemeriksaan, pengobatan, tindakan, dan pelayanan lain yang telah diberikan kepada pasien. Pada pasal 16 ayat (1) Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes) Nomor 24 tahun 2022 Tentang Rekam Medis, menyatakan bahwa pengisian informasi klinis pasien berupa kegiatan pencatatan dan pendokumentasian hasil pemeriksaan, pengobatan, tindakan, dan pelayanan kesehatan lain yang telah dan akan diberikan kepada Pasien.

Sesuai Permenkes Nomor 24 tahun 2022 Tentang Rekam Medis, pasal 25 ayat (1) menyatakan bahwa dokumen rekam medis milik fasilitas pelayanan kesehatan, dalam hal ini RSUD dr H Marsidi Judono adalah pemilik dokumen rekam medis pasien.

Lebih lanjut dijelaskan pada ayat (2) bahwa Fasilitas Pelayanan Kesehatan bertanggungjawab atas hilang, rusak, pemalsuan dan/atau penggunaan oleh orang dan/atau badan yang tidak berhak terhadap dokumen rekam medis sebagaimana dimaksud pada ayat (1).

Pasal 26 menyatakan bahwa isi rekam medis milik pasien. Pasal 33 ayat (1) menyatakan bahwa pembukaan isi rekam medis dapat dilakukan : a) atas persetujuan pasien; dan/atau b) tidak atas persetujuan pasien.

Permintaan pembukaan isi rekam medis sebagaimana dimaksud pada ayat (1) harus dilakukan secara tertulis atau secara elektronik. Pembukaan isi rekam medis sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilakukan terbatas sesuai dengakebutuhan.

Pada pasal 29 ayat (1) Rekam Medis Elektronik harus memenuhi prinsip keamanan data dan informasi, meliputi: a. kerahasiaan; b. integritas; dan c. ketersediaan. Kerahasiaan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf a merupakan jaminan keamanan data dan informasi dari gangguan pihak internal maupun eksternal yang tidak memiliki hak akses, sehingga data dan informasi yang ada dalam Rekam Medis Elektronik terlindungi penggunaan dan penyebarannya.

Pada pasal 30 ayat (1) dalam rangka keamanan dan perlindungan data Rekam Medis Elektronik, pimpinan Fasilitas Pelayanan Kesehatan memberikan hak akses kepada Tenaga Kesehatan dan/atau tenaga lain di Fasilitas Pelayanan Kesehatan.

Pemberian hak akses sebagaimana dimaksud pada ayat (1) menjadi bagian dari kebijakan standar prosedur operasional penyelenggaraan Rekam Medis Elektronik yang ditetapkan oleh pimpinan Fasilitas Pelayanan KesehatanPasal 32 ayat (1) Isi Rekam Medis wajib dijaga kerahasiaannya oleh semua pihak yang terlibat dalam pelayanan kesehatan di Fasilitas Pelayanan Kesehatan walaupun Pasien telah meninggal dunia

Berdasarkan hal tersebut RSUD dr H Marsidi Judono mengatur Standar Operasional Prosedur (SOP) pelepasan informasi mengenai rekam medis secara tertulis didalam formulir (General Consentatau persetujuan umum.

 Hal ini selain untuk menghindari hal yang tidak diinginkan terhadap rekam medis, persetujuan pelepasan informasi pasien secara tertulis digunakan untuk menjaga privacy (kerahasiaan) pasien. RSUD dr H Marsidi Judono bertanggungjawab dan senantiasa berupaya menjamin privacy (kerahasiaan) pasien karena haltersebut diatur dalam peraturan dan perundang-undangan. 

Demikian yang dapat kami sampaikan. Terimakasih, wassalammualikum wr wb. (Rls/Di)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *