Sakku Penampung Timah dari HLP Juru Sebrang, Kabur saat Hendak Diwawancarai

Belitung, Inspirasiberita | Daerah РPenampung biji timah tambang ilegal, bernama Sakku di pesisir pantai kawasan Hutan Lindung Pantai  (HLP) yang kini dijadikan Hutan Kemasyarakatan (HKm) Juru Sebrang pergi meninggalkan awak media ketika ingin dikonfirmasi, Senin (08/05/2023) malam.

Ia enggan untuk diwawancarai terkait hal tersebut, dengan alasan sedang merasa sakit. Setelah bersalaman, ia pun langsung beranjak dari tempat duduknya yang terletak didepan meja goyang.

Bacaan Lainnya

“Nanti saja ya, sedang tidak enak badan aku,” kata Sakku kepada Inspirasiberita, Senin (08/05/2023) malam.

Padahal dari kejauhan, Sakku terpantau sedang asik mengobrol didepan meja goyang miliknya itu bersama dengan penjual timah.

Saat wartawan berkunjung ke meja goyang bijii timah milik Sakku yang terletak di Jalan Raya Pegantungan, Dusun Tanjung Tikar, Desa Sungai Samak Kabupaten Belitung, atau tepatnya di sebelah  Masjid Nurul Huda itu masih terlihat sepi, hanya ada beberapa orang yang datang berjualan.

Meja goyang timah milik Sakku tersebut hingga saat ini masih terus beroperasi, meski pun dirinya tidak memiliki perizinan untuk membeli, menampung biji timah hasil tambang.

Salah seorang penambang yang enggan menyebutkan namanya, ketika dikonfirmasi wartawan ini menyampaikan, jika ia datang untuk menjual hasil tambang yang ia dapatkan ke meja goyang Sakku.

Itu ia lakukan setiap hari, setelah selesai menambang di daerah Dusun Ilir Desa Bantan Kecamatan Membalong Kabupaten Belitung.

“Setiap hari lah kesini jualnya, aku nambang di daerah Ilir Desa Bantan. Ada bekas PT Timah yang sudah tidak aktif lagi,” ujar sumber itu.

Keseharian dirinya, memperoleh hasil timah tidak begitu banyak. Hanya berkisaran 5 sampai 6 Kilogram saja dalam satu hari.

“Ada sekitar lima sampai enam kilo biasanya, lumayan lah buat nafkah anak istri. Karena sekarang sulit cari lokasi yang memiliki hasil yang banyak,” jelasnya.

Ketika ditanya penyebabnya sepinya penjual, salah seorang menyampaikan lantaran saat ini, lokasi tambang sedang dilakukan razia oleh aparat penegak hukum.

“Mungkin, lokasi Juru Sebrang kan dihentikan, karena infonya ada razia. Biasanyakan yang nambang disana jualnya kesini, ini karena stop jadi agak sepi,” pungkasnya.

Seperti diketahui bahwa HKm Juru Sebrang, Desa Juru Sebrang adalah satu dari 17 Geosite di Pulau Belitong yang masuk dalam UNESCO Global Geopark atau Geopark Belitong. 

Bahkan United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (UNESCO) mengakui Geopark Belitong sebagai kawasan geopark dunia yang memiliki keunikan geologis, biologis dan budaya. 

Tidak bisa dibayangkan ketika kawasan Geopark Belitong yang memilili keunikan dilakukan aktifitas tambang ilegal. (Tim)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *